Tenaga Administrasi Sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang bertugas memberikan dukungan layanan administrasi sekolah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat. Tenaga administrasi sekolah sebagai warga sekolah berkewajiban membentuk budaya sekolah yang kondusif bagi implementasi pendidikan karakter. Mereka harus dapat memberikan pelayanan prima kepada berbagai pihak. Oleh karena itu, tenaga administrasi sekolah harus memilki standar kualifikasi dan kompetensi sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah.
Continue reading HAKIKAT TENAGA ADMINISTRASIHAKIKAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua “profesi” yang sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan, sekalipun lingkup keduanya berbeda. Hal ini dapat dilihat dari pengertian keduanya yang tercantum dalam Pasal 1 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sementara Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Continue reading HAKIKAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANHAKIKAT KURIKULUM
Kurikulum banyak diidentikan dengan bahan ajar yang selalu berubah dari periode ke periode. Bahkan ada pula yang menafsirkan perubahan kurikulum sebagai perubahan sistematika materi pada buku ajar saja. Sedangkan pola mengajarnya tetap tak berubah. Berbagai permasalahan ini hendaknya disikapi secara arif dengan mengetahui hakikat dasar kurikulum itu sendiri.
Continue reading HAKIKAT KURIKULUMESTETIKA
Estetika adalah cabang filsafat yang mempersoalkan seni (art) dan keindahan (beauty). Secara etimologi istilah estetika berasal dari kata yunani aisthesis yang berarti pencerapan inderawi, pemahaman intelektual (lectual understanding), atau juga bisa berarti pengamatan spiritual. Istilah kata art (seni) berasal dari kata latin ars. Yang berarti seni, keterampilan, ilmu, atau kecakapan. Estetika membahas refleksi kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah (beauty or ugly). Estetika sering disebut juga dengan istilah filsafat keindahan.
Continue reading ESTETIKAETIKA
Istilah etika (Ethict, dalam bahasa Inggris, atau ethica, dalam bahasa latin) secara etimologi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti seperti “tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang habitat; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir”. Sedangkan dalam bentuk jamak ta etha artinya adalah adat kebiasaan. Dari arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika”.
Continue reading ETIKALOGIKA
Sejarah Logika
Sebagai ilmu, logika biasa disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
EPISTEMOLOGI
Sejarah Epistemologi
Gerakan epistemologi paling awal muncul di Yunani yang digerakkan antara lain oleh kelompok yang disebut Sophis. Yaitu orang yang secara sadar mepermasalahkan segala sesuatu. Kelompok Shopis ini adalah kelompok yang paling bertanggung jawab atas keraguan itu. Pranarka menyatakan sejarah epistemologi dimulai pada zaman Yunani kuno, ketika orang mulai mempertanyakan secara sadar mengenai pengetahuan dan merasakan bahwa pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat menentukan hidup dan kehidupan manusia. Pandangan itu merupakan tradisi masyarakat dan kebudayaan Athena. Karena tradisi dan kebudayaan Spharta, lebih melihat kemauan dan kekuatan sebagai satu-satunya faktor. Athena mungkin dapat dipandang sebagai basisnya intelektualisme dan Spharta merupakan basisnya voluntarisme.
METAFISIKA
Pengantar
Pada kehidupan sehari-hari secara sadar ataupun tidak manusia selalu membicarakan tentang hal-hal yang berbau metafisika, hal-hal yang di luar dunia fisik seringkali dikaitkan dengan metafisika. Sebagai contoh sederhana adalah beriman terhadap agama yang dianut, manusia memahami alam semesta diciptakan oleh Tuhan namun seringkali manusia mempertanyakan bagaimana wujud Tuhan? Apa Tuhan itu ada? selain itu adanya hantu atau jin. Hal ini menunjukkan hubungan antara manusia dan metafisika. Lalu, apa sebenamya metafisika itu? Metafisika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada, dimana di dalamnya menjelaskan studi keberadaan atau realitas.
Continue reading METAFISIKACARA MEMBUAT PETA KONSEP (CONCEPT MAP)
Peta konsep merupakan teknik yang membuat Anda mengerti hubungan antar ide-ide dengan menciptakan peta hubungan secara visual. Menurut George Posner dan Alan Rudnitsky (dalam Trianto, 2010: 159) Peta konsep ibarat seperti peta jalan, namun dalam peta konsep, kita dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Peta konsep juga digunakan sebagai alternatif untuk mengorganisasi materi dalam bentuk peta (gambar) secara holistik, interelasi, dan komprehensif dalam mengatasi kelemahan-kelemahan teknik narasi dalam proses pembelajaran.
Continue reading CARA MEMBUAT PETA KONSEP (CONCEPT MAP)DUNIA SHOPIE : CARA LAIN BELAJAR FILSAFAT DENGAN ASYIK
Dunia Shopie merupakan sebuah Novel karya Jostein Gaarder (1991) dari judul asli berbahasa Norwegia “Fie’s Verden” yang membahas sejarah filsafat sejak masa Yunani hingga abad ke-20. Kecenderungan filsafat yang selama ini masih dianggap sebagai sebuah kajian yang sulit, berat, membosankan bahkan membahayakan disuguhkan dengan cara berbeda asyik, unik, sederhana dan mudah dicerna melalui Novel Filsafat ini. Bagaimanapun proses berfilsafat, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, hingga mencari keyakinan atas keragu-raguan adalah keniscayaan yang akan terus dialami oleh semua orang, bukan hanya para filosof atau pemikir filsafat saja. Karena sesungguhnya bahasa filsafat sangat dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari, dimana setiap pengalaman juga cerita dalam novel ini bisa menjadi bahan renungan dan pemikiran atas setiap tindak tutur dan laku atas kehidupan agar menjadi lebih logis dan bijaksana. Selengkapnya Novel bisa diakses disini: