Peserta didik merupakan salah satu dari komponen pendidikan yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Tanpa anak didik, pengajaran tidak akan ada dan pendidikan tidak akan terjadi. Sebagai salah satu komponen pendidikan, Peserta didik mendapat perhatian yang serius dari para ahli pendidikan. Untuk keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran khususnya dan pendidikan pada umumnya Peserta didik harus diperlakukan sebagai subjek dan objek (Nata, 1997: 70).
Continue reading HAKIKAT PESERTA DIDIKMonthly Archives: December 2020
HAKIKAT TENAGA LABORATORIUM
Laboratorium merupakan salah satu sarana prasarana yang harus disediakan oleh penyelenggara sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Secara etimologi kata “laboratorium” berasal dari kata latin yang berarti “tempat bekerja” dan dalam perkembangannya kata “laboratorium” mempertahankan kata aslinya yaitu “tempat bekerja”, akan tetapi khusus untuk keperluan penelitian ilmiah. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, dalam kamus umum Bahasa Indonesia mengatakan bahwa: Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya) segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan sebagainya. Sedangkan laboran adalah orang (ahli ilmu kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium.
Continue reading HAKIKAT TENAGA LABORATORIUMHAKIKAT TENAGA PERPUSTAKAAN
Tenaga perpustakaan sekolah adalah tenaga kependidikan yang memiliki peran penting dan sangat menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah. Tenaga perpustakaan juga memberikan sumbangan pada misi dan tujuan sekolah. Tenaga perpustakaan bertanggungjawab atas perencanaan dan pengelolaan perpustakaan sekolah. Oleh karena itu, tenaga perpustakaan harus memiliki kemampuan yang memadai, bermotivasi tinggi, jumlah yang mencukupi, dan dapat melayani pengunjung dengan baik.
Continue reading HAKIKAT TENAGA PERPUSTAKAANHAKIKAT TENAGA ADMINISTRASI
Tenaga Administrasi Sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang bertugas memberikan dukungan layanan administrasi sekolah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat. Tenaga administrasi sekolah sebagai warga sekolah berkewajiban membentuk budaya sekolah yang kondusif bagi implementasi pendidikan karakter. Mereka harus dapat memberikan pelayanan prima kepada berbagai pihak. Oleh karena itu, tenaga administrasi sekolah harus memilki standar kualifikasi dan kompetensi sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah.
Continue reading HAKIKAT TENAGA ADMINISTRASIHAKIKAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua “profesi” yang sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan, sekalipun lingkup keduanya berbeda. Hal ini dapat dilihat dari pengertian keduanya yang tercantum dalam Pasal 1 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sementara Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Continue reading HAKIKAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKANHAKIKAT KURIKULUM
Kurikulum banyak diidentikan dengan bahan ajar yang selalu berubah dari periode ke periode. Bahkan ada pula yang menafsirkan perubahan kurikulum sebagai perubahan sistematika materi pada buku ajar saja. Sedangkan pola mengajarnya tetap tak berubah. Berbagai permasalahan ini hendaknya disikapi secara arif dengan mengetahui hakikat dasar kurikulum itu sendiri.
Continue reading HAKIKAT KURIKULUMESTETIKA
Estetika adalah cabang filsafat yang mempersoalkan seni (art) dan keindahan (beauty). Secara etimologi istilah estetika berasal dari kata yunani aisthesis yang berarti pencerapan inderawi, pemahaman intelektual (lectual understanding), atau juga bisa berarti pengamatan spiritual. Istilah kata art (seni) berasal dari kata latin ars. Yang berarti seni, keterampilan, ilmu, atau kecakapan. Estetika membahas refleksi kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah (beauty or ugly). Estetika sering disebut juga dengan istilah filsafat keindahan.
Continue reading ESTETIKAETIKA
Istilah etika (Ethict, dalam bahasa Inggris, atau ethica, dalam bahasa latin) secara etimologi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti seperti “tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang habitat; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir”. Sedangkan dalam bentuk jamak ta etha artinya adalah adat kebiasaan. Dari arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika”.
Continue reading ETIKALOGIKA
Sejarah Logika
Sebagai ilmu, logika biasa disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
EPISTEMOLOGI
Sejarah Epistemologi
Gerakan epistemologi paling awal muncul di Yunani yang digerakkan antara lain oleh kelompok yang disebut Sophis. Yaitu orang yang secara sadar mepermasalahkan segala sesuatu. Kelompok Shopis ini adalah kelompok yang paling bertanggung jawab atas keraguan itu. Pranarka menyatakan sejarah epistemologi dimulai pada zaman Yunani kuno, ketika orang mulai mempertanyakan secara sadar mengenai pengetahuan dan merasakan bahwa pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat menentukan hidup dan kehidupan manusia. Pandangan itu merupakan tradisi masyarakat dan kebudayaan Athena. Karena tradisi dan kebudayaan Spharta, lebih melihat kemauan dan kekuatan sebagai satu-satunya faktor. Athena mungkin dapat dipandang sebagai basisnya intelektualisme dan Spharta merupakan basisnya voluntarisme.