Edupreneurship merupakan bagian dari entrepreneurship yang unik di bidang pendidikan. Jika Entrepreneurship di bidang sosial disebut sosiopreneurship, di internal perusahaan disebut interpreneurship, di bidang bisnis teknologi disebut teknopreneurship, maka pada bidang pendidikan bisa disebut dengan Edupreneurship, yang merupakan gabungan dari kata education dan entrepreneurship (Ikhwan Alim, 2009).
Continue reading EDUPRENEURSHIPECOPRENEURSHIP
Istilah “ecopreneurship” pada dasarnya merupakan akronim dari dua kata, yaitu “ecology” dan “entrepreneurship” Istilah ecology atau ecological mengandung arti ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Ekologi berasal dari kata Yunani “oikos” yang berarti habitat dan “logos’ yang berarti ilmu. Dalam ekologi, dipelajari hubungan yang saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Continue reading ECOPRENEURSHIPTECHNOPRENEURSHIP
Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi basis teknologi. Konsep technopreneur didasarkan pada basis tekhnologi yang dijadikan sebagai alat berwirausaha, misalnya munculnya bisnis aplikasi online, bisnis security system, dsb. Technopreneurship berasal dari gabungan kata “technology” dan “entrepreneurship” yang dapat disimpulkan sebagai proses pembentukan dan kolaborasi antara bidang usaha dan penerapan teknologi sebagai instrumen pendukung dan sebagai dasar dari usaha itu sendiri, baik dalam proses, sistem, pihak yang terlibat, maupun produk yang dihasilkan (Depositario, et al., 2011).
Continue reading TECHNOPRENEURSHIPSOSIOPRENEURSHIP
Istilah Sosiopreneurship menurut (Lubis, 2015) muncul sebagaimana bahwa setiap lembaga mempunyai istilah dan akronim baru untuk menggambarkan usahanya, seperti technopreneur, sociopreneur, ecopreneur, edupreneur, creativepreneur, digipreneur dan lainnya. Setiap lembaga memiliki pemikiran sendiri untuk menggambarkan karakteristik tertentu yang melekat pada sejarah lembaga atau karakteristik tertentu, yang bisa menjadi kekuatan, keberanian, dan hasrat dari setiap lembaga Indonesia yang bisa memberi berdampak posistif bagi masyarakat indonesia. Sociopreneurship ini menjadi sebuah proses yang bertujuan menciptakan nilai sosial dengan cara menemukan solusi terhadap masalah-masalah sosial melalui inovasi yang melibatkan kombinasi sumber daya, peluang, dan kebutuhan sosial (Felicio, Martins Goncalves, dan Conceicao Goncalves, 2013: 2140). Konsep ini membantu membedakan perilaku terpuji (praiseworthy) dan kurang terpuji (less praiseworthy) pada usaha-usaha sosial (Choi dan Majumdar, 2013:4).
Continue reading SOSIOPRENEURSHIPINTRAPRENEURSHIP
Intrapreneurship adalah entrepreneurship yang ada didalam perusahaan. Pinchot (1985) mendefinisikan seorang intrapreneur adalah seorang yang memfokuskan pada inovasi dan kreativitas, dan yang mentransformasi suatu mimpi atau gagasan menjadi usaha yang menguntungkan untuk dioperasikannya dalam lingkup lingkungan perusahaan. Berbeda dengan wirausaha intrapreneur bukanlah pemilik usaha melainkan pekerja kreatif dan inovatif yang selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan mencari kemerdekaan, serta akses terhadap resources. Mereka bisa sebagai eksekutif atau karyawan biasa, namun karena karakternya yang berbeda, mereka seharusnya dihargai dengan baik oleh perusahaan, serta memeroleh pengakuan dari orang-orang di sekelilingnya.
Continue reading INTRAPRENEURSHIPENTREPRENEURSHIP
Istilah kewirausahaan atau entrepreneurship pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya, yaitu Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli karena sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, di antaranya adalah:
CARA MEMBUAT REACTION PAPER, VIDEO DAN LAINNYA
Pada suatu pembelajaran anda mungkin akan diminta oleh guru/dosen/pendidik lainnya untuk melakukan aktivitas membaca, menulis, mendengar bahkan menonton sesuatu. Misalkan saja membaca buku, artikel; menulis review, ringkasan; mendengar podcast; menonton video dan lainnya.
Melalui beberapa aktivitas tersebut kemudian anda diminta untuk memberi tanggapan atau reaksi anda terhadap materi/pembahasan tersebut, dengan kata lain biasa disebut sebagai “Response or Reaction to …….” yaitu menulis tanggapan atau reaksi terhadap sesuatu, jika merespon paper maka disebut “Reaction paper”, atau seperti saat ini misalnya banyak bermunculan adanya “Reaction Video” pada beberapa content yang disajikan di kanal Youtube.
Lalu, bagaimana cara yang baik untuk membuat “Response or Reaction” tersebut? Lakukan 2 hal berikut ini:
Continue reading CARA MEMBUAT REACTION PAPER, VIDEO DAN LAINNYAKONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK MELALUI LEARNING ORGANIZATION
Fakta berbagai kasus mengenai anak yang semakin turbulen membuat lembaga pendidikan harus lebih serius menjalankan sekolah yang ramah anak (SRA). Istilah SRA mengandung makna yang masih sangat abstrak dan perlu argumen teknis-politis serta pola penerapan sistematis untuk menjabarkannya. Oleh karena itu, melalui learning organization (LO) dengan pendekatan teori The Fifth Discipline Peter M. Senge dan Model Belajar Organisasi Michael J. Marquardt akan lebih menghasilkan keselarasan visi-misi, pembentukan model mental dan berpikir sistem, sebagai bagian yang sangat integral dalam membangun pemahaman dan pelaksanaan SRA secara lebih holistik-integratif. Mengingat bahwa untuk mengatasi berbagai kasus secara utuh dan terpadu tentu tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan banyak pihak, baik di lingkup mikro, meso, exo maupun makro. Hal ini menjadi langkah responsif sekaligus preventif terhadap berbagai tindak kejahatan dan kekerasan pada anak yang ada di sekitar kita.
Penjelasan selengkapnya bisa diakses pada artikel jurnal berikut ini: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/madrasah/article/view/4732
IMPLEMENTASI ALIRAN PRAGMATIS-PROGRESIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Pada era Industri 4.0 beberapa sekolah di Indonesia mulai sadar tentang urgensitas pendidikan berperspektif global yang sejalan dengan aliran pragmatisme dan progresivisme. Salah satunya adalah Islamic International School (IIS) Kediri, sekolah formal berbasis Islam dan berstandar Internasional yang memberikan ruang bagi anak didiknya untuk mengembangkan potensinya secara kreatif dan dinamis. Sistem pembelajaranya modernity namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanity juga Islamic values, dalam praktiknya model pendidikan pragmatis-progresif IIS Kediri dimplementasikan pada beberapa aspek visi pendidikan, tujuan pendidikan, kurikulum, proses pembelajaran, peran guru maupun siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu keberadaan IIS Kediri menjadi salah satu bentuk empiris bagaimana prinsip-prinsip pendidikan berbasis proses, pengalaman, praktik, dan student center yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kehidupan. Sehingga output IIS diharapkan menjadi manusia yang unggul, kompeten dan berdaya saing.
Penjelasan selengkapnya bisa diakses pada artikel jurnal berikut ini: https://jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/realita/article/view/1034
FUNGSI DAN PROSEDUR PENYUSUNAN TOR
Pengertian
TOR (Term of Reference) atau disebut juga dengan istilah lain KAK (Kerangka Acuan Kegiatan) merupakan dokumen dalam sistem perencanaan suatu lembaga. TOR sebagai sebuah usulan yang mengelaborasi dokumen perencanaan pengembangan kelembagaan yang lebih besar seperti Renstra. TOR sebagai dokumen perencaan justru menempati posisi yang paling strategis, karena berdasarkan TOR inilah kegiatan dilaksanakan, dan berdasarkan TOR ini juga anggaran atau biaya bisa dicairkan. Dengan demikian TOR yang baik akan membantu pelaksana TOR untuk melaksanakan kegiatan secara terarah dan mengurangi resiko kegagalan ketercapaian tujuan.
Continue reading FUNGSI DAN PROSEDUR PENYUSUNAN TOR