Pada bagian keempat ini, dua disiplin dasar sejarah dan geografi dibahas secara mendalam, yang mewakili dimensi ruang dan waktu. Studi Masa Depan dapat dianggap sebagai perpanjangan dari sejarah, elemen dalam perencanaan strategis, atau bidang studi itu sendiri, tetapi ini diperlakukan secara terpisah untuk menekankan kebutuhan untuk pemikiran masa depan.
Continue reading FONDASI EVENTS 4: SEJARAH, GEOGRAFI MANUSIA, STUDI MASA DEPANFONDASI EVENTS 3: MANAJEMEN, ILMU POLITIK, HUKUM
Melanjutkan pembahasan fondasi yang digunakan pada studi tentang event management sebagai upaya membantu memahami setiap pengalaman dan makna dalam sebuah event pada aspek hasil, manajemen, anteseden, pola dan prosesnya. Pada bagian tiga ini akan dibahas pada aspek manajemen, ilmu politik, dan hukum yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
Continue reading FONDASI EVENTS 3: MANAJEMEN, ILMU POLITIK, HUKUMFONDASI EVENTS 2 : FILSAFAT, AGAMA, EKONOMI
Melanjutkan pembahasan fondasi yang digunakan pada studi tentang event management sebagai upaya membantu memahami setiap pengalaman dan makna dalam sebuah event pada aspek hasil, manajemen, anteseden, pola dan prosesnya. Pada bagian dua ini akan dibahas pada aspek filsafat, agama dan ekonomi, yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
Continue reading FONDASI EVENTS 2 : FILSAFAT, AGAMA, EKONOMIFONDASI EVENTS 1 : ANTROPOLOGI, SOSIOLOGI, PSIKOLOGI
Studi tentang event management perlu juga mengungkapkan bagaimana landasan maupun teori yang diperlukan untuk membantu memahami setiap pengalaman dan makna dalam sebuah event pada aspek hasil, manajemen, anteseden, pola dan prosesnya. Karena dengan menyadari landasan dan teori ini, akan bisa menunjukkan kontribusi teoritis dan metodologis dari setiap studi tentang Event.
Pada bagian ini akan dimulai dengan landasan juga teori-teori antropologi, sosiologi dan psikologi, ditambah sub-disiplin psikologi kognitif, lingkungan dan sosial, yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
Continue reading FONDASI EVENTS 1 : ANTROPOLOGI, SOSIOLOGI, PSIKOLOGISIKAP, NORMA SUBJEKTIF, DAN KONTROL PERILAKU DOSEN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KKNI
Lahirnya Peraturan Presiden Nomor 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) diorientasikan sebagai kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi lulusan yang dapat menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan serta pengalaman kerja. Setiap lembaga pendidikan berupaya mewujudkan pendidikan tinggi yang mampu melahirkan lulusan yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sesuai dengan harapan masyarakat dan dunia kerja dengan melaksanakan kurikulum berbasis KKNI tersebut. Adapun Dosen yang menjadi sampel utama dalam penelitian ini merupakan ujung tombak pelaksana dalam proses pelaksanaan kurikulum di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan pada 109 dosen IAIN Kediri yang tersebar pada seluruh jurusan. Selanjutnya data dianalisis secara statistik deskriptif, korelasi product moment pearson, ANOVA dan regresi berganda. Berdasarkan alat analisis tersebut diketahui bahwa variabel sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh secara serentak terhadap intensi dosen dalam implementasi kurikulum berbasis KKNI, akan tetapi secara parsial hanya variabel norma subjektif dan kontrol perilaku yang berpengaruh secara signifikan terhadap intensi dosen dalam implementasi kurikulum berbasis KKNI di IAIN Kediri.
Penjelasan selengkapnya bisa diakses pada artikel jurnal berikut ini: http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/edc/article/view/2274
LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN ICT

Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik sangat berbeda dalam berbagai indikator demografis dan pendidikan, sehingga menyebabkan perbedaan yang luas dalam pengambilan dan penerapan ICT dalam pendidikan. Di satu sisi adalah sekolah di lokasi terpencil dengan sumber daya keuangan terbatas, pasokan listrik tidak teratur, atau kurangnya infrastruktur dasar lainnya, belum memulai pengenalan ICT di sekolah. Di sisi lain, sekolah yang telah sepenuhnya mengintegrasikan ICT ke dalam kurikulum di semua bidang pelajaran sedemikian rupa, sehingga pengajaran dan pembelajaran, ruang kelas dan administrasi sekolah, dan seluruh etos organisasi telah diubah.
Continue reading LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN ICTKETERAMPILAN ABAD 21

Keterampilan abad 21 pada tulisan ini mengacu pada chapter 3 dalam buku ICT Transforming Education: A Regional Guide (Jonathan Anderson, 2010). Pertanyaan mendasar yang akan dijawab dalam bab ini adalah;
- Mengapa cara belajar abad 21 berbeda?
- Apa itu era digital dan bagaimana mengajar mereka yang tumbuh di abad 21?
- Keterampilan apa yang dibutuhkan siswa abad 21?
- Bagaimana literasi digital melampaui literasi berbasis cetak?
GLOKALISASI PENDIDIKAN ISLAM UNTUK KOMPETENSI GLOBAL
Ekspansi internasionalisasi telah menantang kemajuan pendidikan di abad 21 yang tidak hanya di tingkat pendidikan tinggi Islam tetapi juga di level pendidikan dasar Islam. Untuk mempersiapkan anak-anak didik agar terlibat dalam dinamika internasionalisasi, beberapa sekolah dasar Islam secara berkompetitif menawarkan cakrawala baru dalam mengintegrasikan ilmu, nilai kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual dengan cara mengadaptasi model salaf pesantren dan ide-ide global. Oleh karena itu, artikel yang terbingkai dalam penelitian kualitatif ini menjelaskan fenomena sosial tentang bagaimana membangun sebuah paradigma baru bernama glokalisasi untuk perkembangan dan pelestarian lembaga pendidikan dasar Islam di Indonesia. Diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa glokalisasi dapat menjadi solusi tepat bagi kebutuhan masyarakat saat ini di mana kearifan lokal seharusnya memiliki porsinya dalam kurikulum yang memasukkan multiple intelligence, Higher Order Thinking Keterampilan (HOTS) dan menyelenggarakan event-event akademik pada pengajaran pendidikan dasar.
Penjelasan selengkapnya bisa diakses pada artikel jurnal berikut ini: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/madrasah/article/view/4733
ANALISIS KURIKULUM PESANTREN DAN MADRASAH PERSPEKTIF INOVASI PENDIDIKAN ISLAM
Pesantren dan Madrasah merupakan ikon pendidikan Islam di Indonesia. Keduanya harus dimanifestasikan sebagai pendidikan Islam yang unggul dan bermutu. Sebagai institusi pendidikan tradisional yang berorientasi pada pendidikan tafaqquh fi al-din, keduanya juga harus mampu mengakomodir tuntutan dan tantangan lokal maupun global. Di tengah eskalasi persaingan global dan kontestasi pendidikan modern saat ini tuntutan terhadap kapabilitas dan kualitas pendidikan dirasakan semakin tinggi. Sehingga diperlukan inovasi dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya pesantren dan madrasah.
Continue reading ANALISIS KURIKULUM PESANTREN DAN MADRASAH PERSPEKTIF INOVASI PENDIDIKAN ISLAM