Estetika adalah cabang filsafat yang mempersoalkan seni (art) dan keindahan (beauty). Secara etimologi istilah estetika berasal dari kata yunani aisthesis yang berarti pencerapan inderawi, pemahaman intelektual (lectual understanding), atau juga bisa berarti pengamatan spiritual. Istilah kata art (seni) berasal dari kata latin ars. Yang berarti seni, keterampilan, ilmu, atau kecakapan. Estetika membahas refleksi kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah (beauty or ugly). Estetika sering disebut juga dengan istilah filsafat keindahan.
Continue reading ESTETIKADaily Archives: December 1, 2020
ETIKA
Istilah etika (Ethict, dalam bahasa Inggris, atau ethica, dalam bahasa latin) secara etimologi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu Ethos, dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti seperti “tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang habitat; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir”. Sedangkan dalam bentuk jamak ta etha artinya adalah adat kebiasaan. Dari arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika”.
Continue reading ETIKALOGIKA
Sejarah Logika
Sebagai ilmu, logika biasa disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
EPISTEMOLOGI
Sejarah Epistemologi
Gerakan epistemologi paling awal muncul di Yunani yang digerakkan antara lain oleh kelompok yang disebut Sophis. Yaitu orang yang secara sadar mepermasalahkan segala sesuatu. Kelompok Shopis ini adalah kelompok yang paling bertanggung jawab atas keraguan itu. Pranarka menyatakan sejarah epistemologi dimulai pada zaman Yunani kuno, ketika orang mulai mempertanyakan secara sadar mengenai pengetahuan dan merasakan bahwa pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat menentukan hidup dan kehidupan manusia. Pandangan itu merupakan tradisi masyarakat dan kebudayaan Athena. Karena tradisi dan kebudayaan Spharta, lebih melihat kemauan dan kekuatan sebagai satu-satunya faktor. Athena mungkin dapat dipandang sebagai basisnya intelektualisme dan Spharta merupakan basisnya voluntarisme.
METAFISIKA
Pengantar
Pada kehidupan sehari-hari secara sadar ataupun tidak manusia selalu membicarakan tentang hal-hal yang berbau metafisika, hal-hal yang di luar dunia fisik seringkali dikaitkan dengan metafisika. Sebagai contoh sederhana adalah beriman terhadap agama yang dianut, manusia memahami alam semesta diciptakan oleh Tuhan namun seringkali manusia mempertanyakan bagaimana wujud Tuhan? Apa Tuhan itu ada? selain itu adanya hantu atau jin. Hal ini menunjukkan hubungan antara manusia dan metafisika. Lalu, apa sebenamya metafisika itu? Metafisika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada, dimana di dalamnya menjelaskan studi keberadaan atau realitas.
Continue reading METAFISIKA