Edupreneurship merupakan bagian dari entrepreneurship yang unik di bidang pendidikan. Jika Entrepreneurship di bidang sosial disebut sosiopreneurship, di internal perusahaan disebut interpreneurship, di bidang bisnis teknologi disebut teknopreneurship, maka pada bidang pendidikan bisa disebut dengan Edupreneurship, yang merupakan gabungan dari kata education dan entrepreneurship (Ikhwan Alim, 2009).
Continue reading EDUPRENEURSHIPDaily Archives: October 30, 2020
ECOPRENEURSHIP
Istilah “ecopreneurship” pada dasarnya merupakan akronim dari dua kata, yaitu “ecology” dan “entrepreneurship” Istilah ecology atau ecological mengandung arti ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Ekologi berasal dari kata Yunani “oikos” yang berarti habitat dan “logos’ yang berarti ilmu. Dalam ekologi, dipelajari hubungan yang saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Continue reading ECOPRENEURSHIPTECHNOPRENEURSHIP
Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi basis teknologi. Konsep technopreneur didasarkan pada basis tekhnologi yang dijadikan sebagai alat berwirausaha, misalnya munculnya bisnis aplikasi online, bisnis security system, dsb. Technopreneurship berasal dari gabungan kata “technology” dan “entrepreneurship” yang dapat disimpulkan sebagai proses pembentukan dan kolaborasi antara bidang usaha dan penerapan teknologi sebagai instrumen pendukung dan sebagai dasar dari usaha itu sendiri, baik dalam proses, sistem, pihak yang terlibat, maupun produk yang dihasilkan (Depositario, et al., 2011).
Continue reading TECHNOPRENEURSHIPSOSIOPRENEURSHIP
Istilah Sosiopreneurship menurut (Lubis, 2015) muncul sebagaimana bahwa setiap lembaga mempunyai istilah dan akronim baru untuk menggambarkan usahanya, seperti technopreneur, sociopreneur, ecopreneur, edupreneur, creativepreneur, digipreneur dan lainnya. Setiap lembaga memiliki pemikiran sendiri untuk menggambarkan karakteristik tertentu yang melekat pada sejarah lembaga atau karakteristik tertentu, yang bisa menjadi kekuatan, keberanian, dan hasrat dari setiap lembaga Indonesia yang bisa memberi berdampak posistif bagi masyarakat indonesia. Sociopreneurship ini menjadi sebuah proses yang bertujuan menciptakan nilai sosial dengan cara menemukan solusi terhadap masalah-masalah sosial melalui inovasi yang melibatkan kombinasi sumber daya, peluang, dan kebutuhan sosial (Felicio, Martins Goncalves, dan Conceicao Goncalves, 2013: 2140). Konsep ini membantu membedakan perilaku terpuji (praiseworthy) dan kurang terpuji (less praiseworthy) pada usaha-usaha sosial (Choi dan Majumdar, 2013:4).
Continue reading SOSIOPRENEURSHIPINTRAPRENEURSHIP
Intrapreneurship adalah entrepreneurship yang ada didalam perusahaan. Pinchot (1985) mendefinisikan seorang intrapreneur adalah seorang yang memfokuskan pada inovasi dan kreativitas, dan yang mentransformasi suatu mimpi atau gagasan menjadi usaha yang menguntungkan untuk dioperasikannya dalam lingkup lingkungan perusahaan. Berbeda dengan wirausaha intrapreneur bukanlah pemilik usaha melainkan pekerja kreatif dan inovatif yang selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan mencari kemerdekaan, serta akses terhadap resources. Mereka bisa sebagai eksekutif atau karyawan biasa, namun karena karakternya yang berbeda, mereka seharusnya dihargai dengan baik oleh perusahaan, serta memeroleh pengakuan dari orang-orang di sekelilingnya.
Continue reading INTRAPRENEURSHIPENTREPRENEURSHIP
Istilah kewirausahaan atau entrepreneurship pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya, yaitu Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli karena sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, di antaranya adalah: